Thursday, 19 July 2012

To Whom?


"Itulah sifat kita manusia, self defensive"



بسم الله ، والحمد لله ، والصلاة والسلام على رسول الله ، وعلى آله وصحبه ومن والاه

(Dengan nama Allah, Segala puji bagi Allah, Selawat dan salam ke atas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga, sahabat dan para pengikut Baginda)

Apa yang sering membuat anda terluka?

Kita sering menyalahkan orang lain apabila kita ditimpa kesusahan. Jika saya tanya siapa yang akan cenderung untuk menyalahkan diri sendiri? Mungkin jarang-jarang sekali yang akan berbuat demikian.

Why?

Itulah sifat kita manusia, self defensive.

Tapi yang lebih pasti jarang yang akan mengaitkan masalah ukhuwah atau persahabatan dengan lemahnya hubungan dirinya dengan Allah, pencipta yang memegang hati-hati ini.

Percaya atau tidak, turun naik iman memainkan peran yang besar dalam racauan ini.

Sudah ada jawaban untuk soalan saya yang pertama?

Hanya dengan mengingati Allah jiwa akan menjadi tenang.

Siapakah tempat meminta yang Maha Agung?

Tepuk dada tanya iman, lubuk hati anda sudah punya jawapan.


As-samad, tempat tumpuan sekalian makhlukNya, baik di langit mahupun di bumi. Sebagai mana saat kalian mengambil gambar, fokus yang begitu asyik kepada lensa kamera, begitulah fokusnya dan tumpuannya sekalian makhluk meminta kepadaNya. Kepada siapakah lagi tempat kalian ingin meminta selain Dia muslimin muslimat yang dirahmati Allah. Bahkan, hanya Dia.

إنَّ َأبْخَ َ ل النَّا ِ س مَنْ بَخِ َ ل ِبالسَّلاِم، وََأعْجَزَ النَّا ِ س مَنْ عَجَزَ عَ ِ ن الدُّعَاءِ

(رواه أبو يعلى)

Maksudnya: “Bahawa sebakhil-bakhil manusia adalah siapa yang bakhil memberi salam, dan selemah-lemah manusia adalah siapa yang lemah (malas) untuk berdoa.”(Hadits riwayat Abu Ya‘la)

مَنْ َلمْ يَسَْأ ِ ل اللهَ يَغْضَبْ عََليْهِ

(رواه الترمذي)
Maksudnya: “Sesiapa yang tidak memohon (meminta) kepada Allah, Dia (Allah) murka kepadanya.”
(Hadits riwayat at-Tirmidzi)

Begitu cintanya, sayangnya, cemburunya kepada hambaNya yang dikasihi andai hambaNya tidak meminta kepadaNya. Anda mahu bagaimana lagi saudara pembaca yang budiman?

 “Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu mengenai Aku maka (beritahu kepada mereka): Sesungguhnya Aku (Allah) sentiasa hampir (kepada mereka); Aku perkenankan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepadaKu.”(Surah al-Baqarah: 186)


“Sesungguhnya Tuhan kamu Tabaraka wa Ta‘ala Pemalu lagi Pemurah, Dia malu kepada hambaNya apabila (berdoa) mengangkat kedua tangannya memohon kepadaNya, dan mengembalikan kedua tangannya dengan tidak memberikannya apa-apa (daripada rahmatNya).”(Hadits riwayat Abu Daud)

Ayuh, kembalilah ke dalam dakapan cintaNya.

“Sesungguhnya tidak berputus asa dari rahmat dan pertolongan Allah itu melainkan kaum yang kafir.”
(Surah Yusuf: 87)

 “Berdoalah kamu kepada Allah dalam keadaan kamu yakin dimakbulkan dan kamu ketahuilah bahawa Allah tidak akan memakbulkan doa dari hati yang lalai serta bermain-main (dengan apa yang dipohon atau sibuk dengan urusan selain Allah Ta‘ala).”(Hadits riwayat at-Tirmidzi) 

Hidup tanpa Dia ibarat dilepaskan dari tempat tinggi menunggu untuk jatuh, gantung tidak bertali.

IMAN=UKHUWAH.

Wasalam.